Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perubahan Naskah Piagam Jakarta dan Rancangan Uud Oleh Ppki

Perubahan Naskah Piagam Jakarta dan Rancangan Uud Oleh Ppki

Perubahan Naskah Piagam Jakarta dan Rancangan Uud Oleh Ppki

Dikutip dari situs Kumparan.com, Perubahan naskah piagam jakarta dan rancangan UUD oleh PPKI adalah pada sila sila pertama Pancasila diganti menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa".

Sila pertama Pancasila sebelum dilakukan perubahan berbunyi "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya".

Kuisme sangat menyarankan Anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Perubahan yang disebabkan oleh latihan dalam berbagai organ tubuh disebut beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.

Perubahan tersebut dilakukan karena para tokoh dari Timur menyatakan keberatan mereka atas sila pertama yang menyiratkan bahwa rumusan itu tidak berlaku bagi pemeluk agama lain.

Mereka mengutarakan pendapat tersebut kepada Muhammad Hatta. Maka untuk menghindari perpecahan, Hatta mengadakan pembicaraan dengan tokoh-tokoh Islam.

Pada sila pertama yang berbunyi kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya diganti menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa".

KH. A. Wahid Hasyim adalah seorang tokoh wakil Islam dari Nahdlatul Ulama yang turut mendiskusikan rumusan sila pertama Pancasila.

Dikutip dari jurnal Islam Sebagai Dasar Negara (Perdebatan dalam PPKI dan Konstituante) oleh Saoki, KH. A. Wahid Hasyim mengusulkan kepada para pimpinan Islam untuk mengubah asas Ketuhanan dengan ditambah kata-kata Yang Maha Esa, yang juga berimplikasi tauhid bagi umat Islam.