Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Salah Satu Hak Alamiah Manusia Menurut John Locke adalah Hak Untuk

Salah Satu Hak Alamiah Manusia Menurut John Locke adalah Hak Untuk

Salah Satu Hak Alamiah Manusia Menurut John Locke adalah Hak Untuk

Salah satu hak alamiah manusia menurut john locke adalah hak untuk hidup. John Locke menyatakan adanya hak kodrati (natural right) yang melekat pada setiap diri manusia, yaitu hak atas hidup, hak kebebasan, dan hak milik.

Kuisme sangat menyarankan Anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Salah satu tujuan kewirausahaan yaitu beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.

Hak kodrati ini terpisah dari pengakuan politisi yang diberikan negara kepada mereka dan terlebih dahulu ada dari negara sebagai komunitas politik.

Locke, menyebutkan bahwa individu oleh alam dikarunia hak yang melekat atas hidup (hak hidup), kebebasan (hak kebebasan), dan kepemilikan (hak kepemilikan) yang tidak dapat dicabut oleh negara.

Pemikiran tersebuat dituangkan dalam teori kontrak sosialnya.

Sehingga membuka peluang bagi individu untuk mendapatkan perlindungan atas hak-haknya dari negara.

Jika negara melanggar hak-hak alamiah (kondrati) individu, maka rakyat berhak untuk mengganti secara paksa penguasa negara.

Individu itu adalah makhluk rasional, mampu hidup di bawah pemerintah yang dipercaya untuk melindungi hak-hak alamiah dan kebutuhan publik.

Dalam teori perjanjian, Locke mengatakan bahwa tidak semua hak yang dimiliki oleh manusia harus diserahkan kepada penguasa, yakni hak untuk hidup, hak kebebasan, dan hak milik.

Tidak diserahkannya hak-hak tersebut, karena tidak bisa dilepaskan dari keberadaan dan hakikat dirinya sebagai manusia.

Lewat bukunya berjudul Two Treaties on Civil Goverment (1690), dalam kontruksi teorinya menyebutkan bahwa manusia memiliki keadaan ilmiah yang bebas menurut kehendak hatinya, dan satu dengan yang lain hidup sederajat.

Keadaan alamiah sudah bersifat sosial, maka itulah manusia hidup rukun dan tenteram sesuai dengan hukum akal yang mengajarkan bahwa manusia tidak boleh menganggu hidup, kebebasan dan hak milik orang lain.

Karena hal-hal itu berkaitan dengan hak-hak fundamental (hak asasi) yang dimiliki oleh manusia, yakni hak hidup, hak kemerdekaan, dan hak milik.

Di dalam pactum subjectionis, Locke menyebutkan bahwa ketiga hak fundamental tersebut tidak ikut diserahkan kepada seseorang yang diberi kekuasaan untuk memimpin negara.

Artinya ketiga HAM tersebut tetap melekat pada hakikat dn keberadaan manusia itu sendiri.

Menurut Locke, ketika perjanjian penyerahan (pactum subjectionis) dilakukan, sertakan pula syarat-syarat bahwa kekuasaan yang diserahkan tidak boleh atau dilarang melanggar hak hidup, hak kebebasan dan hak milik.

Seperangkat HAM tersebu harus ditetapkan dalam suatu konstitusi. Jadi dalam teori Locke, ada dua jenis perjanjian, yakni perjanjian persatuan (pactum unionis) dan perjanjian penyerahan (pactum subjectionis).