Jenis-Jenis Laporan Keuangan Dan Fungsinya

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Performa perusahaan bisa tercermin dari laporan keuangan. Dengan beberapa data yang dimuat dari jenis-jenis laporan keuangan itu bisa dijumpai bagaimanan keadaan keuangan satu perusahaan.

Maka dari itu, laporan keuangan perlu dibikin dengan jelas, tepat, dan terancang supaya keadaan perusahaan bisa dijumpai dengan tentu.

Untuk membuat laporan keuangan kita dapat menggunakan program akutansi dan microsoft office. Kamu bisa membeli atau menggunakan software akuntansi gratisan, seperti myob.

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan disimpulkan sebagai pendataan dan laporan uang dan transaksi bisnis yang terjadi pada usaha.

Buka Juga :

Yang digerakkan yang umumnya dibikin pada masa tertentu sesuaikan keperluan dan peraturan perusahaan. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), laporan keuangan sebagai sisi proses dari laporan keuangan.

Laporan keuangan yang komplet umumnya mencakup neraca, laporan laba rugi, laporan peralihan status keuangan, catatan dan laporan lain dan materi keterangan yang disebut sisi integral dari laporan keuangan.

Fungsi Laporan Keuangan

Arah fungsi dari kehadiran laporan keuangan ini sendiri adalah untuk ketahui bagaimana keadaan keuagnan perusahaan keseluruhannya dalam masa tertentu.

Di mana dari hasil laporan ini akan dipakai oleh pemakai info laporan ini, semua stakeholder yang memiliki kepentingan dengan laporan ini.

Hasilnya dapat dipakai untuk penilaian atau lakukan banyak hal penangkalan bila rupanya keadaan keuangan perusahaan sedang memiliki masalah atau membutuhkan satu perlakuan.

Adapun beberapa pihak memiliki kepentingan yang kerap memakai laporan ini ibarat investor, kreditor, pemerintahan bahkan juga warga umum.

Selainnya arah itu, adapun fungsi lain dari laporan keuangan adalah:

1. Untuk Penilaian Keadaan Perubahan Usaha Dan Usaha

Untuk lakukan penilaian perubahan usaha dan usaha, pasti harus ada data referensi yang diguanakan. Salah satunya yang dapat dipakai adalah wujud laporan yang berisi info keuangan perusahaan ini.

Dengan memakai informasi data keuangan perusahaan pada peridode tertentu, akan kelihatan keadaan perusahaan sebetulnya.

Misalkan, dalam laporan laba rugi perusahaan jasa akan kelihatan apa keadaan perusahaan sedang untung atau rugi.

2. Untuk Memandang Keadaan Usaha Apa Sedang Perlu Modal Tambahan

Sesudah dijumpai keadaan usaha sedang rugi atau untung, bisa ditetapkan apa perlu ditambahkan modal pada usaha itu.

Contoh, dengan ketahui keadaan usaha atau usaha dari wujud laporan keuangan, dapat ditetapkan apa akan dikasih modal tambahan untuk pengembangan usaha. Atau perusahaan membutuhkan tambahan modal untuk tutupi rugi yang terjadi.

3. Sebagai Laporan Pertanggungjawaban Ke Stakeholder

Laporan berkaitan info keuangan perusahaan ini umumnya dipakai sebagai wujud pertanggungjawaban ke beragam stakeholder.

Misalkan bila pada perusahaan terbuka, investor dan pemegang saham akan memakai laporan ini untuk menyaksikan keadaan perusahaan.

Maka laporan ini adalah pertanggung jawaban sebuah perusahaan untuk memberikan info keadaan perusahaan ke stakeholder. Ini sebagai wujud untuk menunjukkan jika perusahaan itu adalah perusahaan dapat dipercaya dan dapat dipercayai.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Pembikinan laporan keuangan ikuti Dasar Standard Akuntasi Keuangan (PSAK), yang tentukan lima jenis laporan keuangan, yaitu laporan laba rugi, neraca, perubahan modal, arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

1. Laporan Laba Rugi

Jenis laporan keuangan ini memvisualisasikan hasil usaha perusahaan pada suatu masa tertentu. Dalam laporan laba rugi bisa kelihatan jumlah penghasilan, beberapa sumber penghasilan yang didapat, jumlah ongkos dan beberapa jenis yang dikeluarkan sepanjang masa tertentu.

Buka Juga :

Laporan laba rugi bisa dihidangkan dalam dua wujud, yakni :

- Singgel Tahap Mode: wujud ini tidak lakukan pengelompokan atas penghasilan dan ongkos ke kelompok-kelompok usaha dan di luar usaha tapi cuma dipisah di antara penghasilan-pendapatan dan keuntungan dengan beberapa biaya rugi.

- Multistep Mode: dilaksanakan beberapa pengelompokan pada penghasilan-pendapatan dan beberapa biaya yang diatur dalam posisi tertentu.

2. Laporan Neraca

Laporan keuangan neraca memberikan status keuangan perusahaan di tanggal tertentu. Status keuangan itu tujuannya adalah status jumlah dan jenis kegiatan (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) perusahaan.

Data yang ada dalam neraca berguna untuk :

- Sediakan pangkalan data keuangan untuk hitung tingkat pengembalian perusahaan.

- Menilai susunan pendanaan yang dipunyai perusahaan, yakni memandang likuiditas, solvabilitas, dan elastisitas keuangan perusahaan.

3. Laporan Peralihan Modal

Laporan ini berisikan jumlah dan jenis modal yang dipunyai pada sekarang ini. Laporan perubahan modal menerangkan perubahan modal dan penyebab berlangsungnya. Untuk perusahaan dengan wujud perseoran, laporan ini dikatakan sebagai laporan peralihan ekuitas pemegang saham.

4. Laporan Arus Kas

Jenis ini memberikan arus kas masuk dan arus kas keluar perusahaan. Arus kas masuk berbentuk penghasilan atau utang dari faksi lain, sementara arus kas keluar sebagai beberapa biaya yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan dalam masa tertentu.

Dalam penyuguhannya, laporan arus kas dipisah dalam tiga barisan, yakni :

- Kegiatan Operasional (Operating) : mencakup semua aktivitas dan transaksi bisnis yang tidak terhitung dalam aktivitas investasi atau pendanaan perusahaan. Arus kas yang dari aktivitas operasional mencakup arus kas dari aktivitas produksi, distribusi dan pengadaan jasa.

- Kegiatan Investasi (Investing): mencakup pembelian dan penagihan piutang, pengembalian stok barang dagang, pembayaran utang, penyediaan dan pemasaran ekuitas dan harta kekayaan perusahaan, dan lain-lain.

- Kegiatan Permodalan atau Pendanaan (Financing): mencakup pencapaian sumber daya dari beberapa pemilik dan pemberian hasil atas investasi yang sudah dilaksanakan, pinjaman, dan pembayaran kembali hutang oleh pemiliknya atau kebalikannya.

5. Laporan Catatan ( CaLK)

Laporan keuangan ini memberi info mengenai keterangan yang dipandang perlu atas laporan keuangan yang ada hingga jadi terang pemicunya. Ini ditujukan supaya pemakai laporan bisa pahami secara jelas data keuangan dalam laporan keuangan itu.

Ringkasan

Walau laporan keuangan memberi banyak info mengenai perusahaan, mereka mempunyai kebatasan. Pengakuan itu terbuka untuk interpretasi, dan mengakibatkan, investor kerap menarik ringkasan yang paling berlainan mengenai performa keuangan perusahaan.

Misalkan, beberapa investor kemungkinan inginkan pembelian kembali saham sementara investor lain kemungkinan lebih sukai menyaksikan jika uang diinvestasikan dalam asset periode panjang. Tingkat utang perusahaan kemungkinan baik untuk satu investor sementara lainnya kemungkinan mempunyai kekuatiran mengenai tingkat utang perusahaan.

Baca Juga Artikel Ini :

Saat menganalisa laporan keuangan, penting untuk memperbandingkan beberapa masa untuk tentukan adakah trend dan memperbandingkan hasil perusahaan beberapa rekannya di industri yang serupa.

Lebih baru Lebih lama