Pola Lantai Tari : Pengertian, Jenis Dan Juga Contohnya

Pola Lantai Tari : Pengertian, Jenis Dan Juga Contohnya

Pola lantai ialah status penari atau skema penari saat tampilkan satu pergelaran seni tari. Pola lantai penting berada di sebuah tarian supaya atraksi tari makin memikat dan membuat satu tarian kelihatan aktif.

Gerak penari menyudut ke kiri atau ke kanan akan membentuk pola lantai umumnya, pola lantai dapat ditetapkan dari jumlahnya penari, ukuran pentas, dan jalan cerita sebuah tarian. Dengan demikian, pemirsa juga akan nikmati keelokan gerak tari.

Baca Juga Artikel Ini :

Disamping itu, pola lantai memiliki beberapa macam, fungsi, dan contoh pola lantai pada tari tradisionil. Untuk memperjelasnya, rekan-rekan dapat menyimaknya dari ulasan di bawah ini. Yok, baca!

Pengertian Pola Lantai

Pola lantai taria ialah sebuah garis atau pola yang dibuat sebagai langkah untuk penari dalam beralih, bergerak ke status untuk kepenguasaan pentas.

Pengertian ini sudah ditulis dalam Tari Adat Melayu, Keberadaan, dan Revitalisasi Seni yang dicatat oleh Muhdi Kurnia. Walau sama dengan penari barisan, rupanya pola lantai bisa juga dipakai oleh penari tunggal supaya masih tetap kelihatan rapi saat tampil di atas pentas.

Buka Juga :

Bila diambil kesimpulan, pola lantai ialah garis yang dilewati oleh penari atau dibikin oleh skema penari di saat lakukan gerak tari. Saat lakukan ini, penari harus juga memerhatikan banyak hal, terhitung tempat atraksi, serangkaian gerak tari dan jumlah penarinya.

Jenis-Jenis Pola Lantai

Pada umumnya, ada dua tipe pola lantai, yakni garis lempeng dan lengkung. Jenis-jenis pola lantai itu mempunyai kelebihannya masing-masing lho. Baca keterangan secara lengkap berikut yok,

1. Pola Lantai Garis Vertikal

Pola lantai garis vertikal, penari membentuk barisan lempeng ke arah depan dan belakang. Jumlah barisan ini dapat satu atau lebih, bergantung dalam jumlah penari. Dari pola lantai garis vertikal, kesan-kesan yang diperlihatkan ialah bersatu dan kuat.

Nanti, pola lantai garis vertikal bisa juga diperkembangkan kembali jadi pola zigzag dan diagonal. Pola zigzag ialah di mana status penari berselang-seling disebelah kanan dan kiri. Dan, pola lantai diagonal ialah status penari membentuk barisan lempeng tapi menyerong ke kanan atau ke kiri.

2. Pola Lantai Garis Horizontal

Pola lantai garis horizontal ini status penari ada pada sebuah garis lempeng ke arah kanan dan kiri. Jumlah baris dapat satu atau lebih bergantung dalam jumlah penari. Dari pola lantai garis horizontal ini kita akan memperoleh kesan-kesan kebersama-samaan dan sejajar.

Baca Juga :

Sama dengan pola lantai garis vertikal, pola lantai garis horizontal bisa juga diperkembangkan sedang menjadi pola lantai zigzag. Nanti, status penari dapat berselang-seling ke depan dan ke belakang pada sebuah barisan.

3. Pola Lantai Garis Diagonal

Pola lantai garis diagonal, memungkinkannya status tiap penari berselang-seling secara berganti-gantian ke depan dan ke belakang. Dari pola lantai ini kita akan rasakan kesan-kesan aktif dan gesit.

Bahkan juga pola lantai ini dapat divariasikan status menyerong, dari kanan depan ke kiri belakang atau kiri depan ke kanan belakang.

Bila ingin lebih sulit, pola lantai diagonal ini bisa juga diperkembangkan kembali jadi pola lantai berwujud pertanda silang (X) dan wujud pola lantai V.

4. Pola Garis Lengkung

Pada pola lantai garis lengkung, status penari akan membentuk 1/2 lingkaran ke dalam atau ke luar. Maka pola lantai ini akan berwujud cembung atau cengkung, bila disaksikan dari depan. Dengan pola lantai tipe ini, kita akan memperoleh kesan-kesan yang halus.

Disamping itu, dari pola lantai garis lengkung ini bisa juga diperkembangkan sedang menjadi pola lantai lingkaran penuh atau membentuk angka delapan.

Fungsi Pola Lantai

Pola Lantai Tari : Pengertian, Jenis Dan Juga Contohnya

Pemakaian lantai bukan hanya memeri kesan-kesan yang aktif dan cantik dari penari, lo. Tapi, pola lantai memiliki beberapa fungsi penting sebagai berikut ini.

Baca Juga :

1. Membuat pergerakan penari kelihatan kuat dan terang.

2. Menolong penari menunjukkan peranan yang dia lakukan pada suatu atraksi tari.

3. Hidupkan figur yang perlu dimainkan penari.

4. Menolong penari untuk beradaptasi pada tata pentas.

5. Membuat tarian makin cantik dan menarik.

Contoh Pola Lantai Dalam Tari Tradisionil Indonesia

1. Tari Bedhaya Ketawang

Tari Bedhaya Ketawang yang dari Yogyakarta ini memiliki nama pola lantai yang lain. Tipe pola lantai yang dipakai ialah rakit jalur, ajeng-ajengan, iringan, lumebet, endhel-endhel, dan rakit tiga-tiga.

2. Tari Pendet

Tari Pendet ialah tari yang dari Bali. Tari tradisionil ini memiliki pola lantai berwujud V dan pola lantai garis horizontal.

3. Tari Kuda Lumping

Tari Kuda Lumping ini datang dari wilayah Jawa dan memiliki pola lantai yang tetap berubah-ubah. Biasanya, Kuda Lumping memiliki pola lantai kombinasi dari pola lantai melingkar, pola lantai vertikal, dan pola lantai horizontal.

4. Tari Jaipong

Tari Jaipong yang dari Sunda ini memiliki pola lantai yang aktif, karena pergerakannya di inspirasi dari pergerakan pencak silat. 

Lebih baru Lebih lama