Perbedaan Kolonialisme Dan Imperialisme Jaman Spanyol & Portugis

 

Perbedaan Kolonialisme Dan Imperialisme Jaman Spanyol & Portugis

Pada periode penjajahan, bangsa Barat tiba ke Indonesia dengan arah memperoleh rempah-rempah. Kenapa bangsa Barat benar-benar memerlukan rempah-rempah dari Indonesia ? Indonesia mempunyai cuaca tropis yang mempermudah beragam jenis tumbuhan, terhitung tumbuhan rempah, untuk tumbuh dengan subur.

Imperialisme kuno yang dipelopori oleh portugis dan spanyol mempunyai semboyan 3G yakni Gold, Glory, Gospel. Imperialisme, lakukan penjajahan dengan membuat pemerintah jajahan dan dengan memberikan dampak kesemua sektor kehidupan di wilayah jajahan.

Baca Juga Artikel Ini :

Ide Imperialisme sebetulnya mengarah di suatu mekanisme pemerintah dan jalinan ekonomi dan politik dari beberapa negara kaya dan berkuasa. Tetapi pada realitanya, imperialism sebagai bentuk eksplorasi baik dari sisi sumber daya alam atau sumber daya manusia negara jajahan.

Pengertian Imperialisme Dan Kolonialisme

Imperialisme sebagai istilah yang datang dari kata imperator maknanya memerintah. Nach, memiliki arti Imperialisme itu ialah satu mekanisme di dunia politik yang mempunyai tujuan untuk kuasai negara lain dalam mendapat kekuasaan atau keuntungan dari negara yang terkuasainya.

Kolonialisme datang dari kata Koloni, nach koloni menurut bahasa latin maknanya permukiman. Usaha yang dilaksanakan beberapa negara penguasa dalam rencana kuasai satu wilayah/daerah untuk memperoleh sumber daya disebutkan kolonialisme. Kolonialisme biasanya dilaksanakan oleh beberapa negara yang berkekuatan militer yang kuat.

Dua Bentuk Imperialisme

1. Imperialisme Kuno

Imperialisme Kuno terjadi saat sebelum revolusi industri. Kuno, ada dorongan untuk kebutuhan cari tanah jajahan karena kemauan capai kemasyhuran (glory),mempunyai kekayaan (gold), menebarkan agama (gospel). Gold dalam masalah ini terkait ada politik Merkantilisme.

Buka Juga :

Pada periode itu yaitu memupuk kekayaan dengan lakukan kumpulkan logam mulia berbentuk emas dan perak. Glory terkait dengan kemasyhuran berbentuk pemilikan tanah yang lain. Dan Glory terkait karena ada visi menebarkan agama nasrani.

2. Imperialisme Modern

Imperialisme Modern terjadi sesudah revolusi industri. Imperialisme Modern, ada dorongan kebutuhan ekonomi, kemauan negara penjajah meningkatkan ekonominya dan untuk penuhi keperluan industri di mana negara jajahan untuk sumber pemroduksi bahan mentah dan tempat marketing hasil industri.

Secara umum berawal sesudah Revolusi Industri yang awalannya terjadi di Inggris di tahun 1870-an. Hal yang jadi factor penggerak beralihnya ide atau penglihatan mengenai imperialisme kuno ke bentuk imperialisme modern, ialah ada kelebihan modal dan barang (surplus produksi) di beberapa negara Barat.

Baca Juga :

Setelah tahun 1870-an , karena itu negara - negara di Eropa seterusnya berlomba cari wilayah jajahan di daerah Asia, Amerika dan Afrika. Mereka cari daerah jajahan sebagai daerah untuk pemasok bahan baku dan sebagai wilayah marketing hasil -hasil industri mereka.

Contoh Imperialisme

Perbedaan Kolonialisme Dan Imperialisme Jaman Spanyol & Portugis

Contoh imperialisme kuno di Indonesia yakni saat kehadiran bangsa Portugis, Spanyol, dan Belanda untuk memperoleh rempah-rempah di Indonesia. Indonesia pada periode itu dipandang seperti tanah jajahan, yang perannya untuk dikeruk keuntungannya.

Contoh imperialisme modern di Indonesia yakni sesudah tahun 1870, saat peraturan Politik Pintu Terbuka. Politik Pintu Terbuka memberi hak ke golongan pribumi untuk mempunyai dan sewakan tanah ke pebisnis swasta.

Ringkasan

Awalnya timbulnya imperialisme dan kolonialisme sebagai kemauan untuk kuasai wilayah lain. Itu di tandai saat jatuhnya Konstantinopel. Konstantinopel ialah tempat yang vital untuk berdagang dan Turki Usmani ingin mengalahkannya.

Baca Juga :

Mengakibatkan, beberapa pedagang dan konsumen tidak dapat kembali masuk ke kota itu. Turki Usmani ialah panggilan untuk beberapa penguasa dan militer kesultanan Turki, dan Konstantinopel sebagai ibukota Kekaisaran Romawi sekalian kota paling besar dan termakmur di Eropa.

Sesudah dikalahkannya Konstantinopel, bangsa Eropa jadi kebingungan harus cari ke mana untuk penuhi komoditas rempah-rempah, walau sebenarnya di periode itu rempah-rempah tinggi sekali harga jualnya di Eropa. Selanjutnya bangsa Eropa mulai melirik Indonesia, karena kehadiran Indonesia sebagai pemroduksi rempah-rempah terbaik mulai kedengar bangsa Eropa.

Lebih baru Lebih lama